Selasa, 04 Maret 2014

APAKAH KAMU ORANG YG SENSITIF?

Apakah kamu sering mengkhawatirkan apa yang akan orang lain rasakan? Apakah kamu lebih suka sesuatu yang tenang dan lingkungan yang tidak terlalu semrawut? Jika fakta-fakta tersebut terasa dekat dengan kamu, mungkin kamu termasuk orang yang sangat sensitif. Tipe kepribadian ini pertama kali dikenali oleh Elaine N.Aron, Ph.D pada awal tahun 1990-an.
Aron juga menulis beberapa buku dan membuat tes kepribadian untuk mengetahui apakah kita termasuk orang yang sangat sensitif. Ia menyebutkan bahwa orang dengan kepribadian sangat sensitif tergolong minoritas.

Secara umum ada beberapa tanda yang bisa menyebutkan seseorang termasuk sangat sensitif.
- Merasakan lebih dalam
"Mereka cenderung memproses sesuatu dalam level yang lebih dalam. Mereka sangat intuitif dan menyelam lebih dalam untuk mengetahui sebuah situasi," kata Ted Zeff, penulis buku The Highly Sensitive Person's Survival Guide.

- Lebih reaktif secara emosional
Orang yang sangat sensitif akan bereaksi lebih pada sebuah situasi. Mereka juga lebih berempati dan peduli pada masalah yang dirasakan temannya.

- Suka olahraga solo
Mereka tidak suka olahraga berkelompok karena takut setiap orang memperhatikan gerakannya. Biasanya orang yang sangat sensitif lebih suka olahraga sendirian, misalnya bersepeda, berlari, atau naik gunung.

- Butuh waktu lama untuk membuat keputusan
Karena sangat memperhatikan hal-hal detil, mereka jadi lebih sulit mengambil keputusan. "Orang yang sensitif butuh waktu lama untuk memilih karena mereka mempertimbangkan setiap kemungkinan dari keputusan," kata Aron.

- Sangat peduli detil
Orang yang sangat sensitif adalah orang pertama yang mengetahui sebuah detil dalam ruangan, sepatu baru yang Anda pakai, atau perubahan cuaca.

- Tidak semua introvert
Malah, hampir 30 persen orang yang sangat sensitif adalah ekstrovert.

- Bekerja optimal dalam tim
Karena orang yang sangat sensitif suka berpikir, mereka adalah pekerja yang sangat bernilai, terutama dalam kerja tim. Mereka juga lebih cocok berada dalam tim sehingga mereka tak perlu mengambil keputusan final.

- Mudah panik dan depresi
Jika mereka pernah mengalami beberapa kejadian buruk, terutama saat usia muda, mereka lebih mudah merasa tidak aman sehingga sistem saraf akan diset menjadi "panik". Tetapi hal itu tidak harus terjadi jika mereka memiliki lingkungan yang sangat mendukung. Orangtua yang memiliki anak sangat sensitif harus memahami hal ini.

- Lebih cengeng
Karena mereka mudah menangis, maka sangat penting bagi mereka untuk menghindari situasi yang membuat mereka merasa malu atau sedih.

(sumber: kompas.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar